Kesimpulan: Roundup 486 SL efektif, cepat diserap, dan tahan hujan singkat, tetapi harus digunakan sesuai dosis serta memperhatikan keselamatan pengguna dan lingkungan.
Target:
Prima-Guard 480 EC
Prima-Guard 480 EC
Nama produk: Herbisida Prima-Guard 480 EC
Jenis: Herbisida sistemik purna tumbuh (post-emergence) selektif untuk gulma berdaun lebar/berkayu.
Bahan aktif: Triklopir (Triclopyr) 480 g/L.
Bentuk formulasi: Emulsifiable Concentrate (EC), cair pekat.
Kesimpulan: Gramoxone 276 SL adalah herbisida kontak non-selektif berbahan aktif parakuat diklorida 276 g/L, efektif dan cepat mematikan berbagai jenis gulma, tetapi sangat berbahaya bagi manusia sehingga penggunaannya wajib dengan APD dan kehati-hatian tinggi.
Target:
Starlon 665 EC
Starlon 665 EC
Nama dagang: Starlon 665 EC
Bahan aktif: 2,4-D Isoctyl Ester 665 g/L
Bentuk formulasi: EC (Emulsifiable Concentrate)
Sifat:
Herbisida sistemik selektif pasca tumbuh.
Diserap melalui daun dan batang, kemudian ditranslokasikan ke jaringan gulma.
Menimbulkan gangguan fisiologis yang menyebabkan gulma cepat mati.
Gulma sasaran:
Gulma berdaun lebar seperti Kirinyuh (Chromolaena odorata)Gambar 1
Dosis anjuran: 1 – 2 liter per hektar (disesuaikan dengan jenis gulma dan kondisi lapangan).
Keunggulan:
Cepat diserap gulma.
Efektif membasmi gulma berdaun lebar.
Membantu mengurangi persaingan hara, air, dan cahaya bagi tanaman utama.
Peringatan keamanan:
Gunakan alat pelindung diri (APD) saat penyemprotan.
Jangan mencemari sumber air.
Simpan jauh dari jangkauan anak-anak.
Target:
Insektisida
Chepate 75 SP
Chepate 75 SP
Nama produk: Chepate 75 SP.
Produsen/Pemasar: Nufarm Indonesia.
Tipe insektisida: Sistemik, berbentuk tepung larut air (Soluble Powder / SP).
Bahan aktif: Asefat (Acephate) 75%.
Sifat & cara kerja:
Sistemik → diserap oleh tanaman dan diedarkan ke seluruh jaringan.
Bekerja sebagai racun kontak dan lambung → hama mati bila terkena atau memakan bagian tanaman.
Residu bertahan cukup lama sehingga frekuensi penyemprotan lebih jarang.
Hama sasaran:
Ulat kantong (Metisa plana) pada kelapa sawit. Gambar 1
Ulat grayak (Spodoptera litura) pada cabai dan tanaman sayuran. Gambar 2
Aphid (Myzus spp.) dan hama penghisap lainnya.
Berbagai hama pengunyah dari golongan Lepidoptera.
Keunggulan:
Aman bagi tanaman (tidak fitotoksik).
Mudah larut dalam air, praktis digunakan.
Bisa diaplikasikan dengan penyemprotan atau injeksi batang (pada kelapa sawit).
Efektif dan tuntas mengendalikan ulat kantong.
Rekomendasi penggunaan:
Kelapa sawit – ulat kantong:
Injeksi batang: ± 15–20 g/pokok.
Penyemprotan: 0,25–0,5 g/L air.
Cabai – ulat grayak: 0,5–1 g/L air (semprot).
Aplikasi injeksi batang: lubang dibuat 60–90 cm dari tanah dengan sudut 45°, ditutup kembali setelah injeksi.
Efikasi:
Penelitian: konsentrasi 2,0 g/L mampu membunuh >80% Spodoptera litura dalam 24–96 jam.
Penggunaan di perkebunan sawit menunjukkan banyak ulat kantong mati beberapa hari setelah aplikasi.
Kelemahan / risiko:
Aplikasi dosis rendah/tidak merata dapat menimbulkan resistensi.
Dapat memengaruhi musuh alami hama, misalnya parasitoid S. manilae (efeknya tidak beracun hingga agak beracun tergantung dosis).
Kesimpulan: Chepate 75 SP adalah insektisida sistemik berbahan aktif asefat 75% yang efektif untuk hama penting seperti ulat kantong dan ulat grayak. Aman bagi tanaman, praktis digunakan, namun perlu pemakaian tepat dosis agar tidak menimbulkan resistensi dan tetap menjaga keseimbangan ekosistem.
Target:
Inovate 100 EC.
Inovate 100 EC.
Nama produk: Inovate 100 EC
Produsen: Nufarm Indonesia
Tipe insektisida: Kontak (bukan sistemik)
Bahan aktif: Deltametrin 100 g/L
Formulasi: EC (Emulsifiable Concentrate)
Keunggulan:
Efek knockdown cepat, ulat api mulai jatuh dalam hitungan menit.
Hemat biaya karena dosis lebih rendah dibanding insektisida deltametrin lain.
Spektrum luas: efektif untuk ulat api dan kumbang tanduk Oryctes rhinoceros.
Tanaman sasaran:
Kelapa sawit (terutama TBM / Tanaman Belum Menghasilkan).
Hama sasaran:
Ulat api: Setothosea asigna, Setora nitens, Darna trima. Gambar 1
Kumbang tanduk: Oryctes rhinoceros. Gambar 2
Dosis & cara aplikasi:
50 – 75 ml/ha untuk semprot kelapa sawit TBM.
Konsentrasi ± 0,1 ml/liter air untuk semprot daun.
Aplikasi alternatif: fogging atau turbo mist dengan 0,05 – 0,08 L/ha.
Waktu aplikasi: saat populasi hama mencapai ambang pengendalian.
Efektivitas:
Mortalitas ulat api > 96% dalam 4 hari setelah aplikasi.
Efek knockdown terlihat sangat cepat.
Penghematan biaya ± 39–40% dibanding produk sejenis.
Keterbatasan & perhatian:
Karena hanya bersifat kontak, bagian tanaman yang tidak terkena bisa tetap diserang hama.
Rotasi insektisida diperlukan untuk mencegah resistensi.